YUSTISI.ID Palembang Sumatera Selatan, (09.05.19) -Humas. Kegiatan di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel yang menjadi program unggulan dan rutinitas setiap bulan salah satunya adalah Monthly Internal Briefing. Rabu (08/05/19) kegiatan Monthly Internal Briefing bulan Mei ini diselenggarakan. Dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, para Kepala Divisi, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, seluruh JFT dan JFU, serta seluruh CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel.
Bertempat di Aula lantai 3 Kantor Wilayah, Monthly Internal Briefing dipimpin langsung oleh Sudirman D. Hury selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel dan dimoderatori oleh Indra Gunawan Begab selaku Kepala Divisi Administrasi. Monthly Internal Briefing kali ini berfokus pada evaluasi Target Kinerja (Tarja) B03 2019 serta penyerapan anggaran setiap Divisi di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel.
Diawal arahannya, Sudirman membakar semangat audience dengan membahas profil 5 (lima) Pimpinan Tinggi (Pimti) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan. Menurutnya, untuk bisa mencapai kesuksesan seperti mereka bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh pengorbanan yang besar, waktu, dan bahkan perjuangan yang luar biasa. Banyak rintangan, cobaan, dan tantangan yang dilalui.“Don’t measure a success by how high we climb, but how high we can bounce when we hit bottom,” ujar Sudirman. Dia mengawali arahannya dengan sebuah quotes yang sangat related dengan perjuangan para Pimpinan Tinggi di Kanwil Kemenkumham Sumsel. “Jangan mengukur suatu kesuksesan dari seberapa tinggi kita mencapainya atau dari seberapa tinggi apa yang dicapai. Akan tetapi, ukurlah kesuksesan tersebut dari seberapa tinggi kita dapat melambung dari posisi keterpurukan.
Dengan kata lain, lihatlah kesuksesan itu dari seberapa kuat kita berjuang untuk bangkit setelah berada di titik terendah dalam hidup,” jelasnya.
Melalui quotes tersebut juga Sudirman menyampaikan kebanggaannya mengenai pencapaian kinerja Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Penilaian Indikator Hasil yang dilakukan oleh Tim dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI selaku Tim Penilai Internal (TPI) telah selesai dilaksanakan. Dari 10 (sepuluh) Satuan Kerja (Satker) yang diusulkan menjadi Satker WBK/WBBM, 5 (lima) diantaranya direkomendasikan oleh TPI dapat diusulkan WBK. Tentu ini harus kita apresiasi dan tak lepas dari peran penting kita semua,” ungkapnya.
Ia memberikan contoh cerita rakyat tentang tantangan dari Roro Jongrang kepada Bandung Bondowoso, yaitu membuat 1000 candi dalam 1 malam. Bandung Bondowoso membuat rencananya dengan baik dan dia meyakini bisa menyelesaikannya tepat waktu sebelum ayam berkokok saat terbitnya matahari pagi. Akan tetapi ternyata dia gagal. Begitu juga dengan kita, jangan menganggap segala yang kita rencanakan dengan baik akan mencapai hasil yang baik, bahkan bisa terjadi sebaliknya dan tidak ada yang tidak mungkin. Senada dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel yang tidak kita unggulkan dalam meraih nilai yang terbaik dalam penilaian Komponen Hasil WBK/WBBM, ternyata memperoleh nilai baik dan dapat diusulkan WBK. Ini merupakan suatu ketidakterdugaan yang terjadi. Semua itu bukan tanpa rencana, upaya, dan perjuangan yang telah dilakukan”, lanjutnya.
Berdasarkan Daftar Penilaian Indikator Hasil yang dilakukan Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal mengenai Satuan Kerja yang diusulkan WBK/WBBM, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim mendapat nilai tertinggi yaitu 37.80. Selanjutnya berurut yaitu LPKA Klas I Palembang dengan nilai 37.36, Lapas Kelas IIB Muara Enim dengan nilai 36.74, Kanwil Kemenkumham Sumsel dengan nilai 36.35, dan terakhir Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dengan nilai 36.24.Masih membahas tentang kisah kesuksesan para Pimpinan Tinggi Kantor Wilayah, Sudirman juga memberikan wejangan kepada timnya agar senantiasa selalu berjuang dalam mencapai kesuksesan. “Perjuangan para Kepala Divisi ini tidak mudah, ketika mereka mencapai posisi ini tentu banyak rintangan dan tantangan yang dilalui. Nah, kalau mereka berjiwa kerdil, tentu akan down dan tidak bisa mencapainya. Tantangan tersebut mereka selesaikan dengan baik, mereka berhasil memenangkan pertarungan melawan tajamnya duri dan pahitnya kehidupan, demi mencapai cita-cita,”
Ditegaskan juga, bahwa kita harus memiliki tujuan dan cita-cita hidup. “Jika kita bekerja hanya mengejar ambisi jabatan semata dengan cara-cara yang tidak baik, ketika mencapainya maka kita tidak akan merasakan kepuasan bathin. Ibaratnya hanya mengejar fatamorgana, tidak ada tujuan akhir. Akan tetapi jika kita mengejar cita-cita hidup dengan cara yang baik dan berkinerja, ketika berhasil maka jeripayah kita akan berbekas, akan selalu teringat, dan memperoleh kepuasan bathin tersendiri,” ungkap Sudirman.
Setelah puas membakar semangat audience dengan bekal cerita kesuksesan, Monthly Internal Briefing dilanjutkan dengan pemaparan Target Kinerja beserta penyerapan anggaran dari seluruh Kepala Divisi. Diawali oleh Kepala Divisi Administrasi, Indra Gunawan Begab. Dia mengungkapkan mengenai capaian kinerja yang diperoleh Divisi Administrasi sudah baik, yaitu dipenuhi dengan warna hijau. Selain itu, Indra juga menambahkan mengenai pengawalan tim kerja dalam WBK/WBBM. “Berhubung di Sumatera Selatan terdapat 5 Satker yang memperoleh penilaian Indikator Hasil yang dapat diusulkan WBK, maka kita akan bentuk tim yang tugasnya melakukan pendampingan kepada satker tersebut agar dapat memenuhi komponen pengungkit 6 area perubahan yang akan dinilai oleh tim penilai dari Inspektorat Jenderal.
Beriringan dengan itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Giri Purbadi), Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Bambang Setyabudi), dan Kepala Divisi Keimigrasian (Hendro Tri Prasetyo) juga turut memaparkan Target Kinerja dan evaluasi penyerapan anggaran dari Divisi mereka masing-masing. Diungkapkan Bambang bahwa realisasi penyerapan anggaran terbaik diraih oleh DIPA Direktorat Jenderal Peraturan Perudang-undangan. Hal ini menjadi perhatian dan apresiasi tersendiri. Sementara itu, Divisi Keimigrasian juga memperoleh nilai tertinggi dalam Indeks Penilaian karena menyerap 99,27% anggaran Belanja Modal. Tak mau kalah, Divisi Permasyarakatan juga memperoleh warna hijau dalam penilaian Target Kinerjanya.
Diakhir kegiatan, Kakanwil menyampaikan kesimpulannya. “Tentu ini menjadi penghargaan tersendiri bagi Kanwil Kemenkumham Sumsel, karena seluruh Target Kinerja Divisi kita memperoleh penilaian berwarna hijau. Semoga di triwulan kedua kita bisa mempertahankannya berdasarkan dengan tata nilai Kementerian kita, yaitu PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif),” tutup Sudirman.
(Rilis/Foto/Editor: Willi/Rido/Kasubag HRBTI Dedy Zulian)
Editor : timred














