YUSTISI.ID Oku Selatan (01.07.22) – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Oku Selatan Syahtomi, SP, MM diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan Tardi, SP, MM membuka acara pelatihan bertajuk pengendalian hama tanaman pangan. Acara berlokasi di kediaman ketua Gapoktan Marga Rukun, Lingkungan 5 Kelurahan Batu Belang Jaya, Rabu (29.06.22)
Dalam sambutan, Tardi merespon positif perkembangan luas lahan tanaman pangan khususnya jagung di kabupaten oku selatan. Menurutnya jagung lebih banyak ditekuni karena dianggap lebih menguntungkan. Guna mengoptimalkan hasil panen maka perli diadakan penyuluhan dan pelatihan terpadu kepada petani. “Petani di Kabuten Oku Selata harus punya pengetahuan baik seputar budidaya jagung yang benar,” terangnya.
Sementara itu dalam sesi penyuluhan dan pelatihan, Koordinator PHP POPT, Ahmad Faesal Irwansyah, SP menekankan agar petani punya konsep jelas sebab menanam jagung itu perlu modal besar. Ia menawarkan konsep budidaya tanaman sehat. Dalam konsep itu diperlukan pemberian nutrisi yang cukup pada tanaman jagung melalui pengaplikasian pupuk yg tepat dan bijak. Petani juga dianjurkan menggunaka varietas bibit jagung yang sesuai. Lalu petani dianjurkan dapat mengolah tanah secara bijak dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Semua ini diperlukan karena menanam jagung sama halnya dengan budidaya uang. Dalam 1 hektar petani membutuhkan modal hingga 12, 7 juta. “Agar tidak rugi petani harus punya ilmu dan prinsip” paparnya.
Pada sesi pengendalian hama dan penyakit, perwakilan dari PHP POPT Isnarimo menekankan agar petani dapat mengendalikan hama dan penyakit secara bijak pula, yakni dikembalikan kepada keseimbangan alam. Munculnya banyak hama tikus dan tupai di Kabupaten Oku Selatan belakangan ini dikarenakan musuh alami hama tersebut tidak seimbang. Burung hantu dan ular yang menjadi musuh alami sudah jarang dijumpai. Pada sesi ini, Isnarimo mengajak petani untuk membangun rumah burung hantu di beberapa titik lahan kelompok tani. Diyakini cara ini sangat efektif dan relatif murah. Selain itu petani harus membiarkan ular yang ada di lahan jagung. Burung hantu dan ular sangat agresif dalam membasmi hama tikus.
Pada pelatihan kali ini petani akan diajarkan cara membangun rumah burung hantu untuk mengendalikan hama tikus dan tupai. Dan akan diajarkan cara membuat racun organik berbahan alami untuk membasmi penyakit bulai, busuk buah dan lainnya.
Acara dihadiri kepala BPP kecamatan muaradua, PPL sekecamatan muaradua, Ketua Gapoktan Marga Rukun, sejumlah pengurus kelompok tani dan undangan lain.
Kontributor : Hamidi/Danison
Editor : timred














