YUSTISI.ID , Oku Selatan ( 02.10.22) – Dinas Pertanian Kabupaten Oku Selatan mencatat 44 persen produksi jagung pipil kering di Propinsi Sumsel berasal dari Kabupaten Oku Selatan. Capaian ini menjadikan Bumi Serasan Seandanan sebagai penghasil jagung terbesar di Provinsi Sumsel, demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Dr. Ir. H. Bambang Pramono, saat menghadiri panen demplot jagung di Desa Batu Belang Dua, Kecamatan Muaradua, Sabtu, 01 Oktober 2022 kemarin.
Bambang Pramono yang mewakili Gubernur Sumsel.
Berdasarkan angka BPS tahun 2021, Kabupaten Oku Selatan menghasikan 937 ribu ton jagung pipil kering. Angka ini mendekati satu juta ton. Dari luas lahan jagung saat ini mencapai 59 ribu hektar di kabupaten ini masih bisa ditingkatkan lagi hingga mencapai 65 ribu hektar. Atas capaian hasil panen yg banyak maka akan dibuka pabrik pakan ternak pertama di Kabupaten Oku Selatan.
Sementara itu direktur PT. Mitra Tani Sejahtera (PT.MTS) Mohc Bihar Sakti Wibowo mengatakan, sebagai pemberi mitra plasma pihaknya siap menggandeng petani dalam meningkatkan produksi panen jagung. Diakuinya juga hambatan produksi jagung di lahan petani Oku Selatan,ini sedikit sekali. Lahan petani hanya kekurangan unsur mikro, dan sangat mudah diatasi. Pada lahan demikian, penggunaan bibit dan pupuk yang sedikit saja bisa menghasilkan panen banyak.iya juga mengatakan pada lahan yang menggunakan bibit 10 kilo dan menggunakan pupuk 250 kilo saja petani bisa menghasilkan jagung pipil kering mencapai 6,59 ton. Padahal selama ini petani tanpa binaan hanya mampu menghasilkan 2 hingga 3 ton saja.
Kepada media, Brigjend TNI M. Naudi Nudika dari Korem 0403 mengatakan, demplot panen jagung ini merupakan upaya bersama dalam mendukung program ketahanan pangan. TNI menyadari penuh ada keterkaitan erat antara kesejahteraan dengan keamanan nasional. “Sehingga kami harus terus berbuat untuk rakyat” terangnya.
Bupati Oku Selatan Popo Ali Martopo berterimakasih kepada semua pihak yang bekerjasama guna mewujudkan kabupaten ini dapat menjadi lumbung jagung nasional. Khususnya kepada PT.MTS, Kodim 0403, kelompok tani dan pihak lainnya. Ia menambahkan, selama ini budidaya jagung dikenal dengan penggunaan pupuk yang banyak dan modal yang besar. Hadirnya sistem tanam jagung yg bisa menggunakan pupuk minimal ini diharapkan terus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kontributor / Biro Okus : hamidi /danison
Editor : timred














