banner 300600 YUSTISI.ID - SEPUTAR INFORMASI HUKUM, POLITIK & PEMERINTAHAN

Ketua Bapilu PKN Mengajak Kaum Muda Sumsel Bangkitkan Keemasan Sriwijaya

  • Bagikan

YUSTISI.ID Palembang,Sumatera Selatan (30-11.2022)  – Ketua Bapilu Partai Kebangkitan Nusantara H.M.Albahori kembali mengajak kaum muda Sumatera Selatan untuk tidak cepat melupakan sejarah, dimana kebesaran Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan, Menjadi Pusat peradaban; baik Kebudayaan, keagamaa,pemerintahan dan kemaritiman pada abad ke7.

H.M Albahori menjelaskan kerajaan Sriwijaya yang bermula dari daerah pantai timur Sumatra yang telah menjadi jalur perdagangan ramai dan banyak dikunjungi para pedagang China dan India sekitar awal tahun masehi. Sehingga Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar Nusantara yaitu Indonesia. Melalui jalur pedagangan, Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan utama di wilayah Selat Malaka. kemudian beberapa kerajaan di pulau Jawa juga telah berhasil ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya. Banyak pedagang yang singgah di jalur perdagangan ini untuk membeli rempah-rempah.

banner 300600

Kalau kita lihat dari literatur, dalam bahasa Sansekerta, istilah kata “Sri” itu artinya cahaya atau bercahaya dan kata “Wijaya” itu artinya kejayaan atau kemenangan. dengan demikian, arti nama dari Sriwijaya adalah” kemenangan yang gemilang” ujar H.M.Albahori.

Selanjutnya juga kata kak Alba, para sejarawan menduga, kerajaan ini berfokus pada sektor perdagangan laut di daerah Selat Malaka dan Selat Sunda. seperti Munoz, misalnya, dalam “Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula” (2006), mengungkapkan kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.

Kemudian Lanjutnya awal mula berdiri kerajaan Sriwijaya, kalau dikutip dari berbagai sumber juga awal mula berdirinya kerajaan Sriwijaya pertama kali diteliti oleh seorang pria kelahiran Perancis pada tahun 1920, bernama George Coedes. Kala itu dirinya memberitahukan mengenai temuannya dalam sebuah surat kabar berbahasa Indonesia dan Belanda. Seorang biksu bernama I Tsing juga menuliskan kisah persinggahan selama 6 bulan. Dari catatannya itu, diketahiu Sriwijaya berdiri dan muncul pertama kali pada abad 7 masehi. Bahkan terdapat catatan mengenai berdirinya Kerajaan Sriwijaya ini juga didasarkan pada sebuah penemuan prasasti abad ke-7 yang cukup banyak seperti adanya salah satu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Bangka, abad ke-7 masehi Kerajaan Sriwijaya yang saat itu dipimpin seorang raja Bernama Dapunta Hyang Sri Janayasa atau biasa disebut Sri Jayanasa, merupakan Raja pertama pada 671 M hingga 728 M.

Kerajaan Sriwijaya juga menjadi tempat pembelajaran oleh para biksu dari berbagai penjuru untuk tinggal di kerajaan dalam waktu lama demi mempelajari ajaran Buddha. Dharmakrti berperan besar dalam terkenalnya Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran ajaran Buddha. Mengutip lagi dari buku yang bertajuk Sejarah 8 Kerajaan Terbesar di Indonesia karya Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia, Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Budha bercorak maritim yang mengontrol perdagangan di jalur utama Selat Malaka. Perlu diketahui bahwa kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan Jawa, sebab relasi raja-rajanya berasal dari Jawa.

Kerajaan Buddha ini bahkan sempat menjadi simbol kebesaran Sumatra pada masa lampau. Kebesarannya disebut-sebut dapat mengimbangi Kerajaan Majapahit di timur.
abad ke-7 Masehi dengan pendirinya yang bernama Dapuntahyang Sri Jayanasa. Keterangan ini tertulis pada salah satu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Mendo Barat, Bangka.
Prasasti Kedukan Bukit (682 Masehi) menyebutkan nama Dapunta Hyang, dan prasasti Talang Tuo (684 Masehi) memperjelasnya menjadi Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Kedua prasasti ini adalah penjelasan tertua mengenai seseorang yang dianggap sebagai raja atau pemimpin Sriwijaya.Dalam Prasasti Kedukan Bukit juga menceritakan bahwa Dapunta Hyang mengadakan perjalanan dengan memimpin 20 ribu tentara dari Minanga Tamwan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu. Dalam perjalanan tersebut, ia berhasil menaklukkan daerah-daerah yang strategis untuk perdagangan sehingga Kerajaan Sriwijaya menjadi makmur.Berdasarkan prasasti Kota (686 M) di Pulau Bangka, Sriwijaya diperkirakan telah berhasil menguasai Sumatera bagian selatan, Bangka dan Belitung, bahkan sampai ke Lampung.
Bukti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa bahkan mencoba untuk melancarkan ekspedisi militer menyerang Jawa yang dianggap tidak mau berbakti kepada maharaja Sriwijaya.
Peristiwa ini terjadi pada waktu yang kurang lebih bersamaan dengan runtuhnya kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat dan Kerajaan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang bisa saja terjadi karena serangan yang dilancarkan oleh Sriwijaya.Mengingat akan sejarah Kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang dimiliki oleh nenek moyang kita,itu dapat menginspirasi serta memotifasi kau muda dan milenial untuk dapat bangkit serta bisa berkreatifitas dalam bidang yang digelutinya masing-masing,jangan pesimis terdampak Covid selama 2 tahun terahir ini,lakukanlah aktivitas-aktivitas positif baik bidang olah raga,budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat lahir calon-calon pemimpin kedepan cerdas serta kreatif,tutup Albahori*Kotributotor Biro Sumsel : dolly
Editor : tim redaksi.
#albahori #ketuabapilupknsumsel #milenialkreatif #pknpimdasumsel #ketuapimdapkn
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 300600