banner 300600 YUSTISI.ID - SEPUTAR INFORMASI HUKUM, POLITIK & PEMERINTAHAN

Mahasiswa KKN Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Dorong Pengelolaan Sampah, Digitalisasi UMKM, dan Pencegahan Bullying di Desa Sukoharjo

  • Bagikan

YUSTISI.ID, Lampung Utara (15.06.2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok IV Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, selama periode 15 Juli hingga 15 Agustus 2026.

Kegiatan KKN tersebut diarahkan untuk menjawab sejumlah kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang lingkungan, ekonomi digital, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Desa Sukoharjo memiliki luas wilayah sekitar 754 hektare dan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Abung Surakarta.

banner 300600

Sejumlah program utama yang dilaksanakan mahasiswa meliputi pembangunan Bank Sampah Cerobong, pemasangan Papan Informasi Sampah Terurai, sosialisasi pembayaran digital melalui QRIS dengan DANA kepada pelaku UMKM, serta edukasi pencegahan bullying kepada siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok IV adalah Iwan Zulfikar, S.E., M.M. dan Yudi Yusnandi, S.H., M.H. Sementara anggota kelompok terdiri atas Muhammad Zidane Alvaro, Virgiana Mahar Hakiki, serta mahasiswa KKN lainnya.

Bangun Bank Sampah Cerobong

Salah satu program yang menjadi perhatian utama Kelompok IV adalah pengelolaan lingkungan melalui pembangunan Bank Sampah Cerobong.

Program tersebut diawali dengan observasi kondisi lingkungan dan identifikasi permasalahan sampah di Desa Sukoharjo. Mahasiswa kemudian mempersiapkan bahan dan membangun sarana tersebut bersama kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat.

Pembangunan Bank Sampah Cerobong mulai dilakukan pada 2 Agustus 2026 dan dilanjutkan secara bertahap hingga tahap penyelesaian dan pengecatan. Sarana tersebut kemudian diresmikan pada 11 Agustus 2026 oleh kepala desa, perangkat desa, dan mahasiswa KKN.

Selain membangun sarana pengelolaan sampah, mahasiswa juga membuat Papan Informasi Sampah Terurai. Papan tersebut berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat untuk mengenali berbagai jenis sampah sekaligus mengetahui perkiraan waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai.

Papan informasi tersebut dipasang pada 13 Agustus 2026 di sekitar lokasi kegiatan.

Melalui program tersebut, mahasiswa berharap masyarakat tidak sekadar membuang sampah, tetapi juga mulai memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Keberlanjutan program tersebut juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara konsisten agar sarana yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan.

Dorong UMKM Beradaptasi dengan Pembayaran Digital

Selain bidang lingkungan, mahasiswa KKN Kelompok IV turut memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital di Desa Sukoharjo.

Program digitalisasi pembayaran melalui QRIS dengan DANA dilaksanakan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Materi yang diberikan mencakup pengertian QRIS, manfaat pembayaran non-tunai, serta penggunaan QRIS melalui aplikasi DANA.

Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, tetapi juga melakukan praktik penggunaan QRIS. Para pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai cara memindai QRIS, memeriksa nama penerima atau merchant, memasukkan nominal transaksi, hingga melakukan konfirmasi pembayaran.

Sosialisasi pembayaran digital tersebut dilaksanakan dalam beberapa kesempatan selama periode KKN, termasuk pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM di Desa Sukoharjo beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital sekaligus menyediakan alternatif pembayaran non-tunai bagi pelanggan.

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pengenalan QRIS kepada pelaku UMKM, tetapi juga melalui praktik, pendampingan pembuatan QRIS, pencetakan QRIS, hingga uji coba transaksi.

Edukasi Pencegahan Bullying Sasar Empat Jenjang Sekolah

Bidang pendidikan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN Kelompok IV.

Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying kepada siswa di MI Nurul Huda, SDN Sukoharjo, SMP Al-Amin, dan MA Riyadhul Ulum. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan saling menghargai.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban, pentingnya empati dan sikap saling menghargai, serta langkah-langkah untuk mencegah dan menghadapi tindakan bullying.

Mahasiswa juga memperkenalkan pemahaman mengenai cyberbullying, mengingat semakin berkembangnya penggunaan teknologi dan ruang digital di kalangan anak-anak dan remaja.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, pemberian contoh perilaku, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi sederhana. Para siswa diarahkan untuk mampu mengenali tindakan perundungan, menghindari perilaku bullying, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun ruang digital.

Seluruh Program Kerja Terealisasi

Berdasarkan laporan akhir KKN, seluruh program kerja yang telah ditetapkan oleh Kelompok IV terealisasi 100 persen.

Program tersebut mencakup edukasi pengelolaan sampah, pembangunan Bank Sampah Cerobong, pemasangan Papan Informasi Sampah Terurai, sosialisasi dan praktik pembayaran digital melalui QRIS dengan DANA, edukasi pencegahan bullying pada tingkat MI, SD, SMP, dan MA, serta evaluasi program.

Rangkaian kegiatan KKN kemudian ditutup dengan penarikan mahasiswa pada 15 Agustus 2026, setelah seluruh rangkaian pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukoharjo selesai dilaksanakan.

Diharapkan Berlanjut Setelah KKN Berakhir

Program KKN tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah program berakhir.

Pemerintah desa diharapkan dapat terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilahan dan pengelolaan sampah. Sementara itu, pelaku UMKM diharapkan dapat melanjutkan pemanfaatan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran non-tunai dalam kegiatan usaha mereka.

Di bidang pendidikan, pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan edukasi mengenai pencegahan bullying sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, positif, dan saling menghargai.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN Kelompok IV Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai di Desa Sukoharjo menghasilkan sejumlah luaran, mulai dari Bank Sampah Cerobong, Papan Informasi Sampah Terurai, pendampingan digitalisasi pembayaran bagi UMKM, hingga edukasi pencegahan bullying bagi peserta didik.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus berkontribusi secara langsung terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang edukatif, aplikatif, dan partisipatif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 300600