YUSTISI.ID, (05.10.2026), Bandar Lampung – Presiden NGO DPN Jaringan Pemberantasan Korupsi beserta Jajaran bersilaturahmi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk senin (05.10.2026).
Jajaran DPN JPK yang tampak Hadir mendampingi yaitu Sekjen JPK ir.Fery Hendy Jaya,ST.,MT.,CPDM,IPM,ASEAN.Eng.,Kepala Divisi Investigasi DPN-JPK M.Sultan RAFI,SH., Kepala Biro Litbang Ryan Sujaka,SH,M.Kn., yang diterima langsung di Ruamg kerjanya Direktur RSUDAM dr.Imam Ghozali.,Sp.An.,KMN,.M.Kes pertemuan ini adalah kedua kalinya untuk melanjutkan silaturahmi sekalian bertukar pikiran dalam membedah buku karya dr.Imam Ghozali yang berjudul ” Smart Hospital Management dan “Manajemen Pengelolaan Rumah Sakit Humanis” (strategi tata kelola, kepemimpinan, mutu dan transpormasi rumah sakit).
Dalam kegiatan ini dr.Imam mengajak berkeliling melihat keadaan ruangan yang ada serta fasilitas saat ini, baik infrastruktur maupun fasilitas yang sudah diperbaiki guna menunjang kinerja dokter serta nakes-nakes yang ada.
Imam mengatakan jumlah nakes kami saat ini kurang lebih 1500 orang, dimana saya beserta jajaran pimpinan tidak henti-hentinya mengajak dam merubah paradigma nakes-nakes itu untuk selalu memgedepankan pelayanan yang humanis ujar Imam ghozali.
Ia juga berupaya menyatukan pemikiran serta kesadaran dikalangan rekan sejawatnya, dokter maupun nakes agar dapat melayani dengan sepenuh hati, serta iklas sebagai bentuk pengabdian ASN yang profesional tanpa pandang bulu, itukan juga untuk tabungan amal kita ujar imam sambil tertawa.
Sambil berjalan imam teringat banyak hal, yang telah terjadi saat ia melakukan sidak serta ada berbagai laporan keluhan pelayanan dikalangan rumah sakit yang ia pimpin, saya coba melakukan pendekatan psikologis kepada rekan-rekan nakes agar dapat melakukan kesadaran dalam pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu alias BPJS, pelan-pelam ia ajak berdialog agar timbul kesadaran untuk merubah mindset (pola pikir) serta budaya nakes yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan yang tidak baik, misalnya pelayanan dengan nada kasar, tidak responsif, kurang gercep (gerak cepat) dalam pelayanan itulah yang menjadi hal yang kerap kali ketika saya turun berkeliling mengingatkan agar rekan-rekan nakes bekerja dengan baik.
Saya selalu mengingatkan bahwa pelayanan prima itu adalah perwujudan bentuk kita cinta sesama, cinta tanah air dan cinta kita kepada Tuhan YME ujarnya, segala urusan dunia akan kita pertanggung jawabkan kelak kepada Allah SWT.
Saya juga mengingatkan mereka bahwa wajah pelayanan RSUDAM ini adalah bagaimana para tenaga dokter serta nakes ini melayani dengan tulus ikhlas sebagai bakti kita terhadap negara dan masyrakat, itung -itung tabungan amal jariah kita ujarnya kembali.
Pelayanan prima adalah hal mutlak kunci utama rumah sakit ini, dan ini yang harus dipahami oleh seluruh jajaran nakes begitu juga rekan sejawat saya dokter yang sudah di sumpah kemudian juga sumpah jabatan ASN, hal yang kami pegang teguh, dalam tugas sehari-hari melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) utama di RSUDAM.
Imam yang juga penghobi olah raga sepeda serta lari ini kerap kali mengajak para dokter serta nakesnya untuk gemar berolah raga, bagaimanapun juga kami ini adalah insan kesehatan, sehat itu harus dimulai dari kami sebagai contoh untuk pasien dan masyarakat, kami selalu gunakan bagaimana pola hidup sehat, pola makan sehat serta berolah raga, tetatur ujar dokter ceplas-ceplos ini.
Hal serupa di sambut antusias serta apresiasi dari Presiden NGO DPN-JPK, Dr.Ery Setya Negara,SH.,MH setelah melihat langsung, baik infrastruktur maupun tata kelola SDM di lingkungan Rumah Sakit Abdul Muluk banyak mengalami perubahan yang lebih baik serta signifikan, iya mengatakan perubahan ini adalah bentuk komitmen seorang pemimpin, bahwa Hadirnya dr.Imam Ghozali adalah semangat perubahan bukan karena dr.Imam bisa buat senang kita atau memberikan sesuatu kepada kita baru kita apresiasi, pemahaman budaya anti korupsi di kalangan aparatur itu harus di dahulukan jangan kita membudayakan hal yang tidak baik seperti korupsi, kolusi dan nepotisme, sehingga kita juga memulai membiasakan hal-hal yang baik untuk menjadi contoh, karena saat ini kita sedang krisis figur teladan yang bisa bekerja baik dan profesional bukan pragmatis ada pemberian dibilang bapak baik apabila tidak ada pemberian bapak tidak baik,atau bahkan dicari-cari kesalahannya, ujar Ery yang juga dosen serta praktisi hukum sekala nasional ini.
Ery juga menambahkan silaturahmi adalah bentuk tindakan prepentif dan saling mengingatkan karena keberadaan JPK sudah hampir 22 tahun berkiprah ikut dalam pemberantasan korupsi di indonesia khususnya di Lampung.
Setelah berdiskusi dalam berbagai hal dr.Imam dan Dr.Ery saling bertukar cendera mata,Dr.Ery memberikan plakat dan buku karyanya Filsafat Hukum (sejarah perkembangan hukum dari zaman klasik sampai modern) sementara dr.Imam memberikan buku karyanya berjudul Smart Hospital Management dan Manajemen Pengelolaan Rumah Sakit Humanis kemudian keduanya berfoto bersama untuk selalu mengingatkan dalam kebaikan.
Red/aang














