MUARADUA – Kecamatan Muaradua dalam waktu dekat akan melakukan vaksin Covid 19 secara massal. Mengingat masih rendahnya capaian vaksin di kecamatan Kota Muaradua yang hanya 16 persen saja. Di Kabupaten Oku Selatan secara global 35 persen masyarakat sudah melakukan vaksin Covid 19.
“Tidak bisa ditolerir lagi, kita harus bergerak cepat,” kata Plt Camat Muaradua Roni Setia Budi, SH saat menggelar rapat di kantor Kelurahan Batu Belang Jaya (BBJ), Jumat 26 November 2021.
Rencananya mulai Senin 29 November 2021 akan dilakukan vaksin massal di kelurahan Pancur Pungah. Vaksin ini akan dilakukan setiap hari dengan capaian diharapkan maksimal.
Sementara itu Lurah kelurahan BBJ, Harsono Singadilaga, SE yang hadir dalam rapat mengharapkan kepada masyarakat BBJ yang belum divaksin agar segera ikut vaksin.
“Vaksin itu penting untuk masyarakat itu sendiri dan kita semua, sehingga janganlah masyarakat enggan ikut vaksin. “Apalagi sampai terpengaruh berita hoax soal vaksin covid 19,” ujarnya.
Senada yang diutarakan Kepala Lingkungan 4 kelurahan BBJ, Danison U. Selama ini masih banyak alasan klasik berkembang di masyarakat soal vaksin ini. Padahal vaksin itu gratis, mudah dilakukan dan akan memperlancar banyak urusan masyarakat itu sendiri. Dalam waktu dekat kaling 4 yang juga kepala biro yustisi.id ini akan mengkoordinasikan masalah ini kepada segenap ketua RT di bawahnya.
Sejumlah masyarakat kelurahan BBJ yang disambangi yustisi.id mengaku enggan ikut vaksin karena berbagai alasan klasik. Jasmani misalnya, ia tidak mau ikut divaksin karena merasa takut disuntik dan terpengaruh berita hoax. “Kenapa pemberian vaksin itu harus melalui jarum suntik, lagian tanpa vaksin saya sehat saja,” katanya.
Terkait bantuan pemerintah yang ia terima selama ini ia mengaku pasrah saja mau dapat lagi atau tidak. Berbeda yang diutarakan Adi, menurut warga BBJ ini sebenarnya banyak masyarakat mau divaksin tetapi mereka kesulitan mengikutinya lantaran minimnya sosialisasi, dan masih adanya sejumlah persyaratan. Menurutnya masyarakat yang dijadikan objek dari program pemerintah seharusnya diberi banyak kemudahan. Tidak perlu lagi masyarakat disuruh bawa KTP, kk dan diatur waktunya hanya untuk vaksin. Diyakininya alasan itu yang membuat capaian vaksin di kota Muaradua rendah bila dibandingkan daerah lain. (midi)














