YUSTISI.ID Jakarta (07.10.22) -Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan menjadi tersangka.
“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini 6 tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis (06.10.22) Pengumuman tersangka itu menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang sebelumnya memerintahkan tragedi Kanjuruhan agar diusut tuntas.
Jokowi meminta tak ada yang ditutup-tutupi terkait tragedi Kanjuruhan.
“Kenapa dibentuk tim pencari fakta independen? Karena ingin kita usut tuntas, tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Jokowi di RSUD Saiful Anwar, Rabu (05.10).
Polri Usut Tragedi Kanjuruhan
Sementara itu, Polri terus memeriksa sejumlah polisi.
Data per hari kemarin, ada anggota Polri yang diperiksa berjumlah 31.
“Saat ini dari Irwasum maupun Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 anggota Polri tersebut belum selesai, dilanjutkan juga pemeriksaan pada malam hari ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mapolresta Malang, Jawa Timur, Rabu (05.10).
Pemeriksaan terus dilakukan secara mendalam. Pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi unsur kehati-hatian.
“Karena sesuai arahan Bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami. Kenapa demikian? Karena unsur ketelitian, kehati-hatian, dan kecermatan yang dilakukan tim ini harus betul-betul menjadi standar,” ujarnya.
6 tersangka tersebut yakni:
Direktur Utama PT. LIB yang berinisial Ir. AHR
AH selaku ketua panitia pelaksana
SS selaku security officer
Kabagops Polres Malang Wahyu Ss.
H yakni anggota Brimob Polda Jatim
BSA selaku Kasat Samapta Polres Malang.
Kontributor : ajay/ detik
Editor : timred














