YUSTISI.ID LAMPUNG,(19.11.2024) – Trobosan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto dengan melakukan sejumlah gebrakan. Diantaranya gebrakan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menandatangani sebuah kesepakatan atau MoU (Memorandum of Understanding).
Salah satu isi MoU atau kesepakatan tersebut adalah untuk mengalokasikan 20 persen dana desa demi ketahanan pangan dan swasembada pangan desa.
“Kita seharusnya mengapresiasi langkah serta trobosan memajukan NKRI dari desa ini. Gebrakan Mendes PDT saya kira sangat pro rakyat menunjukkan kehadiran pemimpin di tengah-tengah rakyat dengan mengalokasikan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan desa. Faktanya, sebagian besar masyarakat kita ada di pedesaan,” terang Presiden Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Dr. Ery Setya Negara kepada media, Rabu (20/11/2024).
Akademisi Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) ini meneruskan, Yandri juga cukup baik dalam buat terobosan dengan menginap di desa-desa sampai juga di Lampung Selatan beberapa waktu lalu saat kunjungan ke Lampung.

“Bagaimana mau tau kondisi masyarakat desa jika pemimpin tidak terjun langsung. Saya kira langkah tepat Menteri Desa yang menginap di rumah warga desa. Jadi tahu persis keluhan dan kendala di masyarakat bawah. Jadi semangat ini harus ditangkap untuk kemajuan, jangan selalu gebrakan dilihat dari sudut pandang negatif,bahkan ada aparat desa maupun kecamatan yang kaget serta kebakaran jenggot karena tidak siap atau menghindar secara politis,Terlebih, arahan Presiden Prabowo Menteri Kabinet Merah Putih harus dekat dan menyatu dengan rakyat,” terang Advokat yang hampir 20 tahun bergelut di pemberdayaan dan advokasi hukum masyarakat ini.
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyambangi Desa Margorejo, Lampung Selatan pada Sabtu (16/11/2024) malam.
Kehadiran Mendes Yandri dalam rangka ramah tamah dan makan malam bersama warga di aula gedung serbaguna Desa Margorejo. Tidak hanya itu, Mendes Yandri Susanto pun bermalam di rumah kepala Desa Margorejo.
Mendes Yandri menjelaskan alasan dirinya menginap di rumah warga desa atau kepala desa itu dikarenakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta ada penghematan, hindari foya-foya dan mengarahkan untuk menyatu dengan rakyatnya.
“Atas arahan presiden itulah, saya tidak mau di hotel. Kita harus efisiensi lebih baik dana dikonsentrasikan untuk masyarakat”Jadi saya, insyaallah akan mempertahankan cara saya untuk melayani masyarakat, saya akan ke desa-desa dengan menginap di rumah penduduk desa tertentu,” ujar Mendes Yandri. (rls)














