banner 300600 YUSTISI.ID - SEPUTAR INFORMASI HUKUM, POLITIK & PEMERINTAHAN

Program Asuransi Usaha Tani Padi Direspon Positif Petani Dan Pemerhati Pertanian Sumsel

  • Bagikan

YUSTISI.ID Palembang,Sumatera Selatan (01.12.2022)

Perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim ahir-ahir ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi para petani di Sumatera Selatan (Sumsel). Potensi panen gagal pun di depan mata, yang membuat para petani harus menanggung kerugian dalam jumlah yang besar. Untuk menekan risiko kegagalan panen, Kementerian Pertanian (Kementan) menggagas Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), yang memberikan jaminan ke petani yang mengalami gagal panen.  Di Sumsel sendiri,sudah ada ribuan petani dari 8 Kabupaten mengikuti AUTP sejak tahun 2015,ada ribuan hektare lahan yang dijamin Kementan,Jika terjadi gagal panen.

banner 300600

Saat ini AUTP yang bisa direalisasikan di Sumsel adalah komunitas padi, untuk hal tersebut Petani bisa mendapatkan perlindungan apabila terjadi kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, atau terserangan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),” katanya, Rabu (23/11/2022).

Petani yang mengikuti AUTP, harus membayar premi asuransi sebesar Rp 180.000 per hektare. Namun Kementan memberikan subsidi sebesar 20 persen yakni Rp 144.000/hektare, untuk modal pembelian saprodi di musim tanam selanjutnya. Sehingga petani hanya membayar Rp 36.000/hektare selama menunggu masa panen.

Namun petani hanya mendapatkan subsidi dari Kementan seluas 2 hektare saja. Premi asuransi tersebut, bisa dibayarkan ke PT Jasindo. Jika petani mengalami gagal panen, PT Jasindo akan memberikan klaim ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

Hal senada disambut baik oleh  pemerhati Kebijakan Publik H.M Albahori yang juga Ketua Bapilu Partai Kebangkitan Nusantara Pimpinan Daerah Sumatera Selatan, Kebijakan dari Kementan RI dan Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Holtikultura yang bertujuan mengantisipasi gagal panen itu sudah baik,akan tetapi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih ada beberapa kendala yang harus di singkronkan antara pihak petani dan pihak  asuransi dalam hal ini Jasindo agar tidak terjadi miss informasi,sementara manfaat asuransi pertanian  diharapkan untuk mendorong petani lebih berani dan mau berusaha untuk melakukan tanaman di musim tanam kedua dan ketiga. Sementara mereka dihadapkan dengan resiko kegagalan yang cukup tinggi. Karena sebagian besar lahan pertanian padi di sumatera selatan masih bergantung pada perubahan iklim, itu sebabnya pemerintah dalam hal ini Kementan dan jajaranya harus lebih peka serta mengatisipasi kerugian petani,ujar H.M.Albahori,melalui pesan Whatsappnya yang diterima yustisi (01/12/2022).

Dari Informasi yang di himpun yustisi hingga saat ini, program asuransi pertanian di Sumsel baru tersosialisasi di 17 Kabupaten/Kota, sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu.Sementara Kementan RI lebih fokus pada daerah yang mendapatkan sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), terutama tugas pembantuan, dari Direktorat Pembiayaaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI.

Namun program AUTP ini masih dikeluhkan oleh para petani misalnya  untuk mendapatkan klaim jaminan gagal panen dari PT Jasindo masih terasa belum masif, karena masih memilih serta memberikan kepada kawasan-kawasan yang risiko gagal panennya rendah. Akan tetapi sejauh ini tidak ada klaim dari petani yang tidak dibayar, akan tetapi petani harus mengikuti proses yang panjang dan lama untuk mendapatkan asuransi tersebut.

Kendala tersebut dikeluhkan salah satu petani asal Oku Selatan Danison, untuk mendapatkan progran asuransi tersebut ada berbagai kendala seperti sistem aplikasi klaim yang berubah-ubah, kemudian sinyal yang sulit dan hal-lainnya. Hal itulah yang masih menjadi kendala kami para petani,ujarnya.

Saat ini Sumsel sendiri, ada 1.665 orang petani yang mengikuti AUTP di tahun 2022, yang berasal dari 8 kabupaten. Yakni Ogan Komering Ilir (OKI), OKI Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Banyuasin, Musi Rawas, Muara Enim dan Prabumulih. Akan tetapi yang paling banyak ada di Kabupaten OKI dan Banyuasin.

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kunjungan kerjanya selalu mengingatkan para petani untuk menjaga lahannya dan mengajak petani untuk dapat memanfaatkan asuransi petani padi ini.

Kontributor : Biro Sumsel/dolly

Editor : Timredaksi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 300600