YUSTISI.ID Jakarta (16.06.22) – Presiden Joko Widodo memberi tiga tugas penting kepada Hadi Tjahjanto selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Tugas Hadi adalah menyelesaikan sengketa lahan, sertifikat tanah, dan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Karena beliau dulu sebagai mantan Panglima menguasai teritori. Kita juga tahu, Pak Hadi kalau ke lapangan kerjanya sangat detail,” kata Presiden usai melantik Hadi dan menteri serta wakil menteri baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu 15 Juni 2022.
Di tengah penugasan “maha berat” ini kepada Hadi, beredar surat terbuka di jejaring media sosial whatsapp yang menyebut diri mereka Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) hari Rabu.
Surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo ini sebagai bentuk harapan besar kepada Hadi Tjahjanto dan Wakil Menteri Raja Juli Antoni agar membantu mereka melawan mafia tanah yang merugikan masyarakat.
Mereka menyebut kepempinan menteri dan wakil menteri sebelumnya gagal menjalankan perintah Presiden dalam memberantas mafia tanah beserta bekingnya.
Mereka meyakini Hadi paham bahwa kedaulatan tanah adalah untuk kepentingan seuruh rakyat Indonesia sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Mereka juga percaya Raja Juli Antoni selaku kader Muhammadiyah paham dengan pernyataan Syafii Maarif yang menyebut sebagian besar lahan di Indonesia dikuasai konglomerat.
“Jangan sampai tanah di negeri ini dikuasai konglomerat,” demikian salah satu kutipan di dalam surat terbuka tersebut.*
Kontributor : irfan juantri
Editor : timred














