YUSTISI.ID Palembang – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan tidak ada suku yang ekslusif di Sumatera Selatan. Semua suku eksklusif dan antar sesama suku harus saling menjaga keharmonian dan kehormatannya.
Menyunting “pepatah lama “Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” Gebernur Herman Deru,ia yakin jika hal ini tetap tertanam pada dirinsetiap individu warga Sumsel maka tidak akan ada potensi konflik horizontal bahkan akan tetap saling menjaga serta terpelihara; alhamdulillah zero konflik di Sumatera Selatan,ujarnya.
Pesan moral ini disampaikan Gubernur Herman Deru ketika Pengukuhan kepengurusan Forum Keluarga Komering Ulu (FOKKU) masa bakti 2022-2027, sekaligus
silaturahmi Persaudaraan Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) yang diketuai Gubernur Sumsel periode 2003-2008, Syahrial Oesman, di Griya Agung, Minggu (29)
Gubernur Herman Deru juga meminta agar komunitas suku-suku yang di daerah Sumsel ini saling menjaga kerukunan internal sehingga tidak ada organisasi-organisasi yang dibentuk untuk saling berebut kepentingan atau mungkin timbul organisasi-organisasi perjuangan yang menjadi tandingan organisasi yang telah ada,” katanya.
Dia juga meminta agar legiitas organisasi yang terbentuk ini terjaga dan harus didaftarkan di Kesbang agar tidak menjadi masalah di masa yang akan datang.
Agar arah dan tujuannya benar, lanjut Gubernur Herman Deru maka orientasi kegiatan harus jelas visi,misinya untuk dilaksanakan sesuai dengan tujuan organisasi tersebut dibentuk,untuk jaga arah serta tujuannya.
“Namun yang paling penting agar menjaga nilai adat-istiadat serta budaya kita karena ini adalah warisan dari leluhur kita masing – masing tanpa pengenyampingkan kehormatan kita terhadap keanekaragaman serta kebhinnekaan suku – suku yang ada di Sumsel ini.
Jika negara.membentuk Forum.Komunikas Umat Bergama (FKUB) maka di Sumatera Selatan ada PNSB yang akan menjaga keberagaman ini sebagai bentuk kekuatan untuk membangun daerah Sumatera Selatan yang kita cintai ini.
Di sisi lain, Herman Deru meminta kepada FOKKU yang didalamnya terdapat komunitas 66 IWARI dari mulai Desa Banding Agung hingga Desa Gunung Batu bisa menjadi bagian dari PNSB.
“Jika Indonesia membentuk Forum Komunikas Umat Bergama (FKUB) maka di Sumatera Selatan kita ada PNSB yang akan menjaga keberagaman, dan ini sebagai satu bentuk kekuatan untuk membangun daerah yang kita cintai Sumatera Selatan,” katanya.
Herman Deru juga menekannkan kepada FOKKU agar organisasi ini merasakan kebersamaan sehingga terjaga sambung rasa dan silaturahmi. “Jangan pernah putus silaturahmi hanya karena perbedaan di antara kita. Komering adalah suku yang sangat dan membaur. Buktinya ada perkawinan campur. Ini artinya Komering bisa diterima siapapun. Ukuran besar kecil komunitas bukan jadi ukuran. FOKKU sebagai komunitas terbesar di Sumsel agar dapat menjaga komunikasi terhadap FOKKU diperantauan,” katanya.
Beberapa tokoh Sumsel yang hadir dalam pengukuhan dan silahurahmi itu diantaranya ; Kombes Pol (Pur) Susno Duadji, Syahrial Oesman, H Mularis Zahri, pengusaha muda H. Oyong Damiri, dan Irwansyah.
Kontributor : Ida/tim
Editor. : timred














