SUMATERA SELATAN YUSTISI.ID (27.05.22) – Bermula dari Silaturahmi biasa yang ahirnya menjadi pertemuan yang luar biasa antara CEO YUSTISI.ID,dikediaman salah satu tokoh muda Sumatera Selatan yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin yang juga Anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi Partai Golkar Musi Banyuasin (19-22).
Pria Kelahiran Palembang 26 Desember 1979 (42) tahun yang lalu ini dikenal dengan segudang aktivitas,selain kesibukannya sebagai Legislator,ia juga penghobi Bulutangkis, terbukti dari berberapa informasi yang didapat dari teman sejawatnya,walaupun disela-sela Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin atau Studi Banding Keluar Daerah pria ini masih saja tetap menyempatkan olah raga untuk mencari Lapangan Bulutangkis dan mengajak rekan sejawatnya dengan bermain 2-3 set agar selalu tetap sehat dan selalu fit”.
Sambil menawarkan mengajak CEO dan LO dari YUSTISI.ID, untuk mencicipi duacangkir kopi racikannya sendiri,walaupun terkesan rileks akan tetapi sangat terlihat serius” terlihat sekali dari raut wajah dan gestur tubuh atletisnya, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam tahun 2000an ini, *ketika berbicara masalah kelangsungan masa depan serta kesejahteraan masyarakat daerahnya”, dengan nada lantangdan spontan ditegaskanya; bahwa APBD Kabupaten Musi Banyuasin saat ini 4,4 trilyun lebih, akan tapi kenapa infrastruktur jalan masih banyak yang rusak parah kemudian kantor Balai Desa masih banyak yang belum terbangun, artinya ” ada yang salah terhadap APBD tersebut, katanya berulang-ulang ‘sehingga APBD itu tidak tepat sasaran dan tidak efisien,pungkasnya.
Saat ditanya apa yang perlu dikoreksi serta diperbaiki dari APBD tersebut.?, spontan suara Lantang M.Nasir dengan muka yang cukup serius ” ketegasan terpancar dari raut wajahnya kembali: bahwa Anggaran Rutin yang besar berbanding balik dengan Belanja Pembangunan ,ujarnya,sehingga tidak efisien dan tepat sasaran.*
APBD itu di belanjakan harus tepat sasaran serta efisien sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.71 tahun 2010 tentang Standar Akutansi Pemerintah (SAP) sehingga penggunaanya lebih keberpihakan terhadap masyarakat seperti belanja Pembangunan harus Lebih besar dari Belanja Rutin,sehingga fasilitas Publik terutama Infrastruktur jalan,jembatan,dan pelayanan Publik Lainya dapat benar dirasakan masyarakat Musi Banyuasin,selorohnya.
Masyarakat itu hanya sederhana koq mintanya; terhadap pemimpinya”, bagaimana jalan-jalannya bagus, sekolah dapat gratis, pelayanan pengobatan yang cepat, pemimpin itu harus hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan,jangan mental seperti seorang Raja yang mau dilayani saja,akan tetapi sejatinya hari ini Pemimpin itu mendengar,mengayomi serta menjadi pelayan masyarakatnya.
Harapan saya masyarakat jangan terkecoh lagi,dengan buaian-buaiyan serta janji-janji palsu calon pemimpin lah selorohnya.
Bupati Musi Banyuasin kedepan harus punya integritas dan komitmen yang tulus Membangun Muba ujarnya mengahiri pembicaraan tersebut*
timred-esn ceo/alx














