YUSTISI.ID LAMPUNG (22.11.2024) – Sayembara berhadiah puluhan juta rupiah yang sempat dilontarkan beberapa pihak dalam menghadapi Pilgub Lampung 2024 masih mengundang tanda tanya. Sebab, sayembara tersebut masih dipertanyakan efektifitasnya untuk menekan praktik money politics di era digital ‘Serba Konten” saat ini. Termasuk dipertanyakan siapa yang akan membiayai jika jumlah laporan mencapai ribuan kasus, dengan ribuan pemenang dan akan menyeret ribuan tersangka.
Ketua Pusat Pelaporan Kecurangan Pilkada dan Politik Uang Lampung (PPKP&PUL) Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Fenny Setiawan didampingi Sekretarisnya Richo Tambuse mengatakan bahwa mengingat besarnya hadiah, maka makin meningkatkan minat untuk ikut sayembara berhadiah uang OTT Money Politics tersebut.
“Tentu ini akan memicu minat orang untuk dapat uang. Dengan modal video, foto dan saksi, bagi para pengangguran bisa saja nanti buat ‘konten’ untuk menangkap politik uang dan dapat hadiah. Lalu, pertanyaannya apakah ini akan efektif? Aturan mainnya seperti apa? Apakah ada ‘Bohir’ lagi di belakangnya yang akan membayar hadiah? Pertanyaan semacam ini yang masih ada di kepala masyarakat. Harus dijelaskan dengan tuntas agar masyarakat tidak dibuat bingung,” kata Fenny, Jumat (22/11/2024).
fenny meneruskan jika jumlah pelapor OTT politik uang membeludak, maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. “Kalau kita hitung secara kasar, Data BPS tahun 2022, jumlah desa di Lampung mencapai 229 kecamatan dan 2.654 desa/kelurahan. Jika kita ambil ada 1.000 kasus laporan dikali Rp. 20 juta maka bisa mencapai Rp .20 miliar. Sedangkan waktu kita hanya sebentar dengan jangkauan wilayah yang begitu luas. Apakah ini akan efektif benar-benar menjaring OTT money politics? Ini yang harus diperjelas ke publik,” tuturnya.
Sebelumnya, Tim Disway dan Radar Lampung Media Grup (RLMG), menggelar sayembara kepada masyarakat Lampung yang bisa menangkap para pelaku politik uang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2024.
CEO Disway dan RLMG, Ardiansyah mengatakan, pihaknya menyediakan hadiah berupa yang tali asih senilai Rp20 juta, bagi masyarakat Lampung yang berhasil menangkap tangan pelaku pemberi dan penerima politik uang. “Sayembara ini berlaku untuk seluruh masyarakat Lampung hingga pelosok desa, ada tali asih Rp20 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap tangan pelaku pemberi dan penerima politik uang,” kata Ardiansyah dalam keterangannya, Jumat (22/11/2024).
Ardiansyah menyebut, masyarakat harus bisa memberikan barang bukti yang kuat terhadap tindakan politik uang tersebut berupa foto, video, saksi, dan lainnya. “Jadi harus ada barang bukti yang kuat berupa foto, video, saksi, dan lainnya, nanti bisa menghubungi WhatsApp di nomor 0811790945 atau 082184166984,” sebut Ardiansyah. (red)














